“Satu pintaku pada Sang Pencipta hari ini: aku belum terlambat untuk ungkapkan cintaku padamu”
Lelakiku, hari ini aku mulai hari dengan menyadari betapa aku mencintaimu… mencintaimu dengan kamu apa adanya.. lemahmu.. kuatmu..
Lelakiku, terima kasih selama ini telah sadarkanku dari ego2ku, dari mimpi yang kosong adanya.. terima kasih atas lautan sabar, ikhlas dan cintamu.. terima kasih atas setiap peluh, lelah, kesah, ketegaran dan perjuanganmu menghacapi semua ini..
Lelakiku, semua yang kurasa gelap kini telah menjadi terang.. bukan harta yang kuinginkan.. bukan pula kuasa atas dunia.. aku hanya inginkan kedamaian dan cinta, yang kuharapkan bisa kudapat darimu.. dari cintamu pada Sang Pencipta..
Lelakiku, imamku.. mimpiku bersamamu.. menjadi makmummu hingga akhir nafasku.. berharap Sang Pencipta dan waktu tak lama lagi izinkan kita bersama dalam ikatan suci, pernikahan.. berharap pula dengan ikatan itu keberjahan selalu bersama kita selamanya..
Lelakiku, ayah dari anak2ku.. aku menyadari bahwa tahun2mu bersamaku nanti bukanlah tahun yang mudah untukmu.. berharap lautan sabar dan ikhlas selalu bersamamu dalam mendidikku, menjagaku dan anak2 kita nantinya.. berharap doa dan ikhtiar selalu bersamamu..
Lelakiku, satu pintaku.. jika kau lelah, jangan sembunyikan itu dariku.. karena aku ada untukmu, pula sebagai pendampingmu.. makmummu yang melengkapimu.. semoga apa adanya aku cukup untuk memulai kebersamaan kita.. semoga dengan didikanmu, bimbinganmu aku lebih pantas lagi menyandang gelar istri dan ibu dari anak2mu..
Lelakiku, sungguh aku ingin bersamamu.. dan sebuah akad cukup bagiku.. semoga Allah selalu bersama kita, ampuni dosa dan kesalahan kita.. dan persatukan kita hanya karena cinta kita padaNya yang begitu besar.. menggenapkan setengah dien yang tersisa..
Lelakiku.. aku.. mencintaimu..
Jakarta 14 Oktober 2011