Reshufle mentri yang dilakukan pak SBY berdampak pada PLN, masalahnya kini sang petinggi diculik untuk duduk menjadi mentri BUMN..
Sang petinggi, yang biasa kami panggil pak dis memang tergolong pemimpin yang nyentrik.. selama hampir 2 tahun masa jabatannya, dua kali aku bertemu beliau yang setia dengan sepatu ketsnya.. pertama,ketika beliau sidak ke gedung kami di KS Tubun.. sidak yang menurutku tergolong aneh, pagi2 dia datang, berjalan kesana kemari, setelah itu kembali pulang dengan fortuner-nya.. begitu singkat, jelas dan padat..perjumpaan kedua terjadi ketika aku menemani teman2 dari ECEPDI, china.. ke pln pusat jumat itu kami bertandang.. meski hari itu baru jam 8pagi, antrian ‘pasien’ beliau sudah cukup panjang.. kami meunggu kurang lebih 15 menit sampai akhirnya kami diizinkan masuk ke ruangannya.. dengan sepatu ketsnya beliau menyambut kami dan para tamu dari china.. belum kami duduk, kami sudah dikagetkan dengan fasihnya beliau berbicara mandarin dengan tamu kami.. dan 3 menit pertama itu pun kami menjadi kambing conge.. sampai akhirnya pak dis sendiri yang menstranslate pembicaraan mereka dalam bahasa indonesia.. cool! supel, cerdas, pandai pula ia berbahasa mandarin yang super duper susah itu! bener2 pertemuan yang sangat mengesankan.. dan lebih mengesankan lagi karena di akhir pertemuan kami, beliau bersedia bervoto dan memberikan nasehat pada kami, generasi muda..
yups, itu sosok pak dis yang kukenal.. ketika berita pengangkatanya itu dipublish di media massa tertarik diri ini mengetahui sosoknya lebih jauh.. sampai akhirnya terdamparku di blog beliau.. dasar orang media, tulisanny asyik buat dibaca.. aku suka.. napak tilas smua sepak terjangnya membuatku terbang ke citaku lebih dari 4tahun yang lalu.. menjadi direktor perempuan pertama di PLN…
yoshhh.. mungkinkah itu terjadi? sementraa di pojokan anak perusahaannya ini pun aku menjadi sampah.. orang yang terbuang dan dijauhi.. hupf..
sungguh kuingin duduk di korsi kosong itu.. akankah? mampukah?
Jakarta, 20 Oktober 2011